Terbebas Dari Belenggu Sakitnya Pikiran

Terbebas Dari Belenggu Sakitnya Pikiran

Jeff A. R.

Dari lahir hingga berumur 25 tahun saya adalah pemeluk agama Buddha yang tidak pernah terlibat dalam kegiatan religius maupun tertarik pada kegiatan keagamaan. Beruntung saya terlahir dalam keluarga yang memiliki keyakinan kuat terhadap Buddha Dhamma sehingga mereka mendorong saya mengikuti kegiatan meditasi bersama di Vihara Bodhigiri Balerejo.

Dengan keraguan yang besar maka pada masa vassa 2013 saya akhirnya berlatih meditasi juga. Sebelum keberangkatan, saya sudah mempersiapkan berbagai keperluan terutama obat-obatan. Saya memiliki penyakit apabila tidak cukup tidur maupun tidur terlalu malam keesokan harinya pasti sakit tenggorokan. Padahal, sudah jadi rahasia umum bahwa program meditasi di Vihara Bodhigiri setiap hari minimal 15 jam, sehingga dapat dipastikan jam istirahat hanya 3-4 jam sehari, itupun apabila sempat.

Semasa berlatih meditasi saya belum mendapatkan kualitas meditasi seperti pengalaman peserta lainnya. Namun saya mendapatkan pelajaran dan obat berharga dari pengalaman meditasi saya bahwa selama ini saya hanya sakit pikiran. Buktinya, selama 10 hari mengikuti latihan meditasi ternyata saya tidak sakit tenggorokan maupun sakit lainnya. Jadi saya menyadari bahwa selama ini doktrin dan persepsi pola pikir sayalah yang membuat saya selalu sakit apabila tidak tidur.

Saat sesi tanya jawab dipagi hari Y.M Bhante Uttamo pernah menjelaskan bahwa manusia terdiri dari batin dan jasmani (nama rupa). Sebagai manusia sangat wajar apabila jasmani kita sakit. Akan tetapi seringkali apabila jasmani kita sakit, pikiran kita juga ikut sakit dimana keadaan ini akan semakin memperparah sakit kita. Seharusnya kita bisa menyadari sakitnya badan tidak boleh membuat pikiran ikut sakit.
Keadaan yang saya alami sebelum meditasi adalah pikiran saya yang sakit sehingga membuat badan menjadi sakit sungguhan. Saya benar-benar menyadari kekuatan pikiran sedemikian besar dan kuat. Maka dari itu hendaknya kita selalu menjaga dan menyadari pikiran kita setiap saat.

Oleh karena itu saya sangat bersyukur mengikuti kegiatan meditasi di Vihara Bodhigiri Balerejo sehingga saya terbebas dari belenggu sakitnya pikiran.

Semoga semua makhluk hidup berbahagia.
Jeff Anthony Rahardjo.
Vassa 2013

  • November 10, 2014
Skip to toolbar